Memilih Menderita

crucifixBaca: Lukas 22:39-46

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Lukas 22:42)

Desperaux, tikus kecil berkuping besar dalam dongeng indah Kate DiCamillo, dua kali turun ke ruang tahanan bawah tanah di sebuah kastil. Yang pertama berlangsung sebagai hukuman gara-gara ia dianggap sebagai pelanggar tata tertib masyarakat tikus di kastil tersebut. Peristiwa kedua terjadi dalam konteks yang sama sekali berbeda. Ia melakukannya karena hendak menyelamatkan seorang putri yang dicintainya. “Kau tahu, kau pergi ke ruang bawah tanah bukan karena terpaksa. Kau ke sana karena kau memilih pergi ke sana,” seekor tikus lain berkomentar.

Kisah itu mengingatkan saya pada nyanyian yang sekian tahun lalu dipopulerkan Sandi Patti, Via Dolorosa. Salah satu bait lagu yang mengisahkan perjalanan Tuhan Yesus menuju Kalvari itu menyatakan, “Tetapi Dia memilih jalan itu karena Dia mengasihi anda dan saya.” Berbeda dengan dua pencuri yang tergantung di kayu salib gara-gara kelakuan buruk mereka masing-masing, Yesus meregang nyawa secara hina berdasarkan pilihan-Nya sendiri. Setelah pergumulan yang berpeluhdarah di Taman Getsemani, Yesus memilih untuk berserah pada kehendak Bapa-Nya: menggenapi rencana penebusan bagi umat manusia.

Yesus mengundang para pengikut-Nya untuk memilih jalan serupa: memikul salib, menempuh jalan sengsara. Sengsara bukan gara-gara kebodohan atau kesalahan kita sendiri, melainkan karena menepiskan kemauan dan kenyamanan pribadi demi menuruti kehendak Allah. Sengsara karena lebih mencintai jalan Tuhan daripada jalan dunia. Maukah Anda memilih salib? ***

Salib Kristus itu bukan paksaan, melainkan pilihan.

Tags: ,

2 Responses to “Memilih Menderita”

  1. coba saja Says:

    desperaux! aku suka banget buku itu. benar-benar klasik!

  2. Bayu Probo Says:

    Jadi pengen tahu dongengnya

Leave a Reply