Rumah Kesembuhan bagi Para Gadis Remaja
Nancy Alcorn pernah selama lima tahun menjadi kepala bagian olah raga di sebuah lembaga rehabilitasi yang menangani gadis-gadis yang terlibat dalam kenakalan remaja di Tennessee, AS.
Selanjutnya, ia menyelia sebuah panti rehabilitasi di Nashville selama tiga tahun. Di kedua lembaga milik pemerintah tersebut, Nancy menyaksikan gadis-gadis yang terlibat dalam pelacuran, penyalahgunaan narkoba, penganiayaan, dan kriminalitas segera kembali pola hidup destruktif begitu mereka dibebaskan dari pengawasan. Sebagai orang Kristen, Nancy bahwa karena pemerintah tidak mengizinkannya menawarkan kepada para gadis itu satu-satunya sumber transformasi yang sejati, yaitu Yesus, ia pun tidak mampu menangani akar penyebab perilaku menyimpang mereka.
Ia sendiri pernah mengalami transformasi yang mengakhiri pemberontakan masa remajanya, antara lain berupa pergumulan selama lima tahun dengan bulimia. Karenanya, ia merasa frutasi karena tidak dapat membagikan Kebenaran yang menyelamatkan itu. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan lembaga pemerintah tersebut dan menjadi pimpinan sebuah lembaga Kristiani, Teen Challenge, di Nashville. Di situlah ia merasa Allah menuntunnya untuk merintis pelayanan bagi kaum wanita muda yang terjebak dalam kebiasaan dan keluarga yang destruktif.
Berbekal 1.000 dolar pesangon dari Teen Challenge, Nancy pindah ke Monroe, Louisiana. Pada 1983 ia mendirikan Mercy Ministries dan memastikan empat hal: Pelayanan itu harus menolak bantuan dana dari pemerintah, agar ia bisa leluasa memberitakan Injil; ia harus memberikan persepuluhan dari semua sumbangan bagi pelayanan itu; ia harus menerima para gadis tanpa memungut biaya sehingga mereka akan tahu bahwa satu-satunya motivasi menjangkau mereka adalah karena kasih Allah yang tanpa pamrih; dan, entah dengan cara bagaimana, Allah akan membungkam orang-orang yang skeptis terhadap upayanya itu, dengan memenuhi setiap kebutuhan Mercy Ministries.
Sedikit demi sedikit Nancy menyaksikan bagaimana Allah menyediakan hal-hal itu: rumah berharga murah dengan sekian banyak kamar tidur; liputan media lokal yang mendorong datangnya sumbangan dana; seorang dokter memberinya dana untuk melunasi cicilan mobilnya. Selain itu, teman-temannya memperkenalkannya kepada berbagai pemimpin bisnis dan gereja yang memberinya bantuan dana dan kesempatan untuk menyebarluaskan kabar tentang Mercy Ministries.
Lapisan cat baru di rumah itu belum mengering ketika Nancy mulai menerima telepon dari sejumlah orang tua gadis bermasalah berat. Penghuni pertama rumah rehabilitasinya adalah Theresa, 19 tahun, yang beberapa kali mencoba bunuh diri serta kecanduan narkoba dan alkohol. Theresa disusul oleh gadis-gadis terluka lainnya yang sangat memerlukan kesembuhan dan pengharapan dari Allah.
Dua puluh tempat tidur di rumah itu segera terisi penuh dengan daftar tunggu yang panjang. Rumah-rumah Mercy yang lain pun menyusul dibuka. Pada 1990 Nancy kembali ke Nashville dan mulai menanam benih pendirian rumah Mercy yang akhirnya dibuka pada 1995. Rumah di Monroe dan Nashville itu juga menyediakan agen adopsi bagi gadis-gadis hamil yang memutuskan untuk menyerahkan bayinya untuk diadopsi. Sejak 1985, pelayanan itu telah menempatkan ratusan bayi ke dalam keluarga angkatnya yang penuh kasih.
Pada 2000 pemimpin pujian Darlene Zschech dan suaminya, Mark, mendirikan Mercy Ministries di Australia dan mendirikan rumah Mercy di dekat gereja mereka di Sidney. Tahun itu juga Joyce dan Dave Meyer dari Joyce Meyer Ministries menghibahkan tanah untuk lokasi rumah Mercy di St. Louis. Mercy Ministries juga siap mengembangkan sayap ke Selandia Baru, Inggris, Seattle, Los Angeles dan Houston. *** (Blessing, November 2007)
– Sumber: Today’s Christian Woman/ars