Biduk Nikah
kita masih gagap
namun, kita akan masuk juga, bukan?
pintu riwayat, ruang yang siap kita gurat
kita membawa bekal dari canda
kita membawa bisik dari angin
kata dan air mata, doa dan tawa
memenuhi laut dan angkasa
kita menyimak pekik camar
dengan asa yang bersahaja:
cukup kita bernaung
di hangat atmosfir-Nya
