Biduk Nikah

kita masih gagap

namun, kita akan masuk juga, bukan?

pintu riwayat, ruang yang siap kita gurat

kita membawa bekal dari canda

kita membawa bisik dari angin

kata dan air mata, doa dan tawa

memenuhi laut dan angkasa

kita menyimak pekik camar

dengan asa yang bersahaja:

cukup kita bernaung

di hangat atmosfir-Nya

Dianyanto

Leave a Reply