Jembatan di Tengah Kesalahpahaman
Wednesday, January 10th, 2007
Babel merujuk pada kisah di Kejadian ketika orang-orang angkuh bersekutu untuk membangun menara guna menggapai surga. Tuhan menghukum mereka dengan mengacaukan bahasa mereka dan menyerakkan mereka ke seluruh dunia. Film ini menuturkan betapa gegar komunikasi itu terus berlanjut hingga kini, mengoyak bangsa, masyarakat, keluarga, dan pernikahan. Film ini juga menggaribawahi pepatah lama “nila setitik merusak susu sebelanga”: bagaimana sebuah insiden alit berkembang menjadi geger internasional.
Kisahnya dimulai di pegunungan Maroko. Seorang peternak membeli senapan untuk mengusir serigala. Seorang anaknya yang masih bocah menguji daya jangkau senjata api itu dengan mengincar sebuah bis turis. Di bis itu sepasang turis Amerika, Susan (Cate Blanchett) dan Richard (Brad Pitt), sedang berlibur dalam upaya memulihkan pernikahan mereka. Susan terkena peluru yang ditembakkan si bocah, dan penembakan itu segera ditengarai sebagai aksi terorisme.
Di belahan bumi lain, dua anak Susan dan Richard diasuh seorang imigran gelap, Amelia (Adriana Barraza). Karena orang tua mereka terlambat pulang, Amelia dan keponakannya Santiago (Gael García Bernal) terpaksa membawa keduanya ke Meksiko untuk menghadiri pernikahan anaknya. Kecurigaan petugas penjaga perbatasan membuat perjalanan ini berkelok memedihkan.
Lalu kita terbang ke Jepang. Seorang cewek ABG bisu tuli, Chieko (Rinko Kikuchi), haus akan kasih sayang. Ibunya bunuh diri di depan matanya dan ayahnya (Kôji Yakusho) sosok yang dingin dan berjarak. Mencoba memuaskan dahaga emosionalnya, ia menjajal sejumlah petualangan seksual serampangan. Apa hubungan kisah ini dengan segmen-segmen lainnya?
“Mulanya saya hendak membuat film tentang apa yang memisahkan kita,” tutur sutradara Alejandro Gonzalez Iñárritu. “Namun dalam prosesnya saya diubahkan – dan film saya merupakan perpanjangan diri saya. Akhirnya saya membuat film tentang apa yang menyatukan kita.”
Di tengah kesalahpahaman berkonsekuensi menggiriskan itu, ada jembatan yang bisa menghubungkan kita dengan liyan. Jembatan itu bernama belas kasihan. Kepedulian seorang asing, kebaikan seorang polisi detektif, itu menjadi seperti oasis di padang gurun. ***

Curse of the Golden Flower (2006)