Cinta Tanpa Manipulasi

Bewitched_1 Bagaimana bila seorang penyihir ingin hidup secara normal dan mengalami percintaan tanpa trik dan manipulasi? Komedi romantis Bewitched garapan Nora Ephron berkisar pada pertanyaan itu.
Isabel Bigelow (Nicole Kidman) adalah penyihir yang ingin menanggalkan kemampuan adikodratinya, dan hidup sebagai wanita biasa. Ia juga ingin menemukan pria yang benar-benar membutuhkan dirinya, bukannya tersihir untuk mencintainya. Ayahnya, Nigel (Michael Caine), meragukan niatnya itu.
Di tempat lain, ada Jack Wyatt (Will Ferrel), bintang film yang beberapa film terakhirnya jeblok di pasaran. Untuk mendongkrak kembali karirnya, ia berencana mendaur ulang Bewitched, sinetron komedi yang populer di AS pada 1960-an. Hanya saja, pemeran utamanya bukan lagi Samantha Stephens si penyihir, melainkan suaminya, Darrin, yang tentu saja akan diperankan oleh dirinya. Untuk pemeran Samantha, mereka akan mencari pendatang baru.
Pendatang baru itu siapa lagi kalau bukan Isabel, yang ternyata bisa mengedutkan hidungnya persis Elizabeth Montgomery, pemeran Samantha terdahulu. Jack mendapuknya tanpa tahu Isabel itu memang penyihir.
Nora Ephron sebelumnya telah menggarap sejumlah film komedi romantis, seperti Sleepless in Seatle dan You’ve Got Mail, serta menulis skenario When Harry Met Sally. Film ini pun senada dan mengikuti formula serupa: pria bertemu dengan wanita dan jatuh cinta, mereka salah paham, mereka berpisah, dan setelah berputar-putar sedikir, keduanya bersatu lagi.
Isabel digambarkan begitu naif menghadapi dunia normal, dan beberapa kali tergoda memanfaatkan kembali ilmu sihirnya. Lalu, ia menyesalinya dan memutar kembali peristiwa itu agar berlangsung normal (lengkap dengan ikon tombol rewind di sudut kanan bawah layar). Ya, seandainya Anda tinggal menjentikkan jari dan apa yang Anda inginkan langsung tersedia, apa yang akan Anda lakukan?
Namun, ada satu trik yang sangat mengganjal dan sungsang secara moral, namun justru tidak diputar ulang. Suatu kali di tengah syuting istri Jack muncul. Hubungan mereka sedang renggang, namun tampaknya sang istri berusaha menyalakan kembali api cinta mereka. Walaupun bisa jadi termotivasi oleh naiknya popularitas Jack, upaya itu patut dihargai, bukan? Astaga, Isabel malah menyihirnya untuk menyetujui rencana perceraian mereka!
Di sisi lain, Jack juga memainkan kartu manipulasinya sendiri demi menjaga agar karirnya tidak ambruk. Dan Isabel begitu naif sehingga setelah tersandung secara menyakitkan baru ia menyadari kepura-puraan pria egois itu.
Di sela-sela itu, ayah Isabel terus melenggang dengan trik sihir untuk memperdayakan berbagai wanita. Siapa yang bisa menandinginya? Tentu saja penyihir lain juga (diperankan Shirley MacLaine), yang mahir menangkal triknya. Manipulasi dilawan dengan manipulasi - bisakah Anda membayangkan ‘nikmatnya’ hubungan semacam itu? Tampaknya para penyihir seperti Nigel perlu belajar dari Peter Parker bahwa "kekuatan yang besar menuntut tanggung jawab yang besar pula."
Manipulasi, ketidakjujuran, kepuran-puraan, jelas hanya akan merusak hubungan secara parah. Hubungan yang otentik hanya bisa terbuhul bila masing-masing pihak bersedia melepaskan topeng, jujur dan transparan, untuk kemudian belajar saling menerima apa adanya.
Akan benar-benar menyihir seandainya Bewitched memaparkan proses penyadaran itu secara tuntas. Apa boleh buat, film ini lebih suka tergesa-gesa mengejar formula happy ending. *** [denmas marto]

Leave a Reply