Blog, aku datang!

Denmas Marto nge-blog? Hihi, ketinggalan sepur banget….

Saat blog masih kinyis-kinyis, seorang teman sudah menggodaku untuk melengkapi atau menambah situsku dengan blog. Namun, saat tahu kalau blog itu semacam buku harian online, aku gentar. Bukan dari segi "buku harian"-nya, namun dari segi "online"-nya itu, lho. Blog menyiratkan, peristiwa atau curhat pada hari A mesti ditayangkan pada hari itu juga. Nah, selama ini, kebiasaanku berselancar dengan pola "mengunduh dulu, membaca kemudian". Jadi, membayangkan menulis secara online, dan langsung menayangkannya, wah kok masih terasa sebagai kemewahan. Kalau di situs kan penanggalannya bisa diatur sendiri. Mau menulis pada hari B, menayangkannya pada hari D, dan mencantumkan tanggal hari C — terus kenapa? Begitulah, aku tetap puas mangkal di situs.

Lalu, kok melirik blog? Mau memanfaatkan ruang maya yang tersedia saja. Sudah diberi jatah oleh Friendster, kok tidak digunakan, akhirnya merasa sayang juga. Lagipula, ruang di Geocities juga terbatas. Ceritanya, seperti menambah rumah.

Awalnya, aku mau buat blog ini untuk menyambung ruang "Kabar & Jurnal" dan "Album Keluarga" di situsku. Kalau nanti berkembang ke arah lain pula, yang silakan saja.

Begitulah…. Blog, aku datang!

One Response to “Blog, aku datang!”

  1. okto Says:

    Dear Denmas Marto,

    Saya istirnya Totot Indrarto. Hari Minggu kemarin, saya diforward tulisan Denmas yang dimuat di milis dunia-film oleh sang bojo tercinta. Jadi geli sendiri (dan tentu aza terselip rasa bangga) saat baca nama suami saya di tulisan Denmas.

    Begini komen Totot di intro emailnya, saat mem-forward tulisan Denmas:

    >>Udah lebih enam tahun, masih aja tuh orang-orang pada nginget terus “dosa” gue. Lihat kalimat… Dengan kata lain, di sini Koper mengulangi kesalahan Pasir Berbisik, seperti yang dikeluhkan Totot Indrarto: “kegilaan” membuat film tentang suatu dunia yang tidak dipahami betul.

    Hahaha. Nasib, nasib. :-) <<

    Tentunya, itu adalah ‘dosa’ putih. Iya gak??

    Tulisan2 Denmas seperti tulisan Totot di blog-nya. Terasa ‘berat’ buat seorang Okto. Tapi, tentunya sesekali cukup menarik buat diintip, biar isi kepala saya gak terlalu pepesan kosong banget. Ha6.

    Salam,
    okto (yang bangga menjadi istrinya Totot Indrarto)

Leave a Reply